Salatiga – Delegasi Ma’had Al-Jami’ah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo melakukan kunjungan akademik dan studi kelembagaan ke Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Lantai 2 UIN Salatiga tersebut dimulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh delapan delegasi pengelola Ma’had UIN Ponorogo.
Rombongan dipimpin langsung oleh Direktur Ma’had UIN Ponorogo, Dr. Moh. Mukhlas, M.Pd., dan disambut hangat oleh Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga, Dr. Muh. Hafidz, M.Ag., beserta jajaran pengelola ma’had. Pertemuan berlangsung penuh keakraban dan semangat kolaboratif sejak sesi penyambutan hingga diskusi berakhir.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sistem pembinaan mahasiswa berbasis pesantren sekaligus mempererat sinergi antar-ma’had di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Selain menjadi forum silaturahmi kelembagaan, kunjungan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ruang berbagi pengalaman terkait tata kelola ma’had, sistem pembelajaran santri, penguatan karakter mahasiswa, serta pengembangan kultur akademik pesantren.
Dalam pemaparannya, Dr. Muh. Hafidz, M.Ag., menjelaskan bahwa sistem pembelajaran di Ma’had UIN Salatiga masih menerapkan pola kepesantrenan dengan aktivitas pembelajaran yang berlangsung mulai ba’da Maghrib, Isya, hingga Subuh. Pembelajaran tersebut difokuskan pada pengkajian kitab-kitab klasik dasar yang ditargetkan dapat dikhatamkan dalam satu tahun masa pembelajaran.
Ia juga menyampaikan bahwa penerimaan mahasiswa penghuni ma’had saat ini masih menggunakan sistem kuota terbatas dan belum diberlakukan secara wajib bagi seluruh mahasiswa baru. Meski demikian, pengembangan fasilitas serta penguatan tata kelola kelembagaan terus diupayakan secara bertahap guna mendukung peningkatan kualitas pembinaan mahasiswa.
“Forum seperti ini penting karena setiap ma’had memiliki tantangan dan pengalaman yang dapat dipelajari bersama. Pengembangan ma’had membutuhkan proses panjang, baik dalam penguatan sistem pembelajaran maupun pengembangan fasilitas,” ujar Dr. Muh. Hafidz, M.Ag.
Sementara itu, Direktur Ma’had UIN Ponorogo, Dr. Moh. Mukhlas, M.Pd., memaparkan berbagai program pembinaan yang saat ini dijalankan di lingkungan ma’had. Program tersebut meliputi kajian kutub turats setelah salat Isya, program tahfidz Al-Qur’an selepas Ashar, serta pembelajaran bahasa pada waktu Subuh.
Selain itu, Ma’had UIN Ponorogo juga mengelola pembelajaran Al-Qur’an bagi mahasiswa lintas fakultas dengan melibatkan dosen dari berbagai program studi sebagai pengajar. Saat ini, Ma’had UIN Ponorogo memiliki 13 pengelola yang mendukung jalannya sistem pembinaan secara terintegrasi. “Kegiatan ini menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat pengembangan sistem pembinaan mahasiswa di lingkungan PTKIN. Harapannya, setiap ma’had dapat terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan pembinaan mahasiswa di era pendidikan tinggi modern,” kata Dr. Moh. Mukhlas, M.Pd.
Dalam sesi diskusi, kedua lembaga turut membahas berbagai tantangan pengelolaan ma’had, mulai dari dinamika jumlah santri, penguatan sumber daya pengelola, pengembangan fasilitas, hingga rencana penguatan kelembagaan melalui sistem Badan Layanan Umum (BLU). Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari kedua belah pihak yang aktif bertukar gagasan dan pengalaman mengenai pengelolaan ma’had serta penguatan kultur akademik pesantren di lingkungan PTKIN. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran ma’had sebagai pusat pembinaan karakter dan moderasi beragama bagi mahasiswa perguruan tinggi Islam.
Selain forum diskusi, rombongan juga berkesempatan meninjau sejumlah fasilitas dan sistem pembinaan di lingkungan Ma’had UIN Salatiga. Melalui kegiatan ini, kedua lembaga berharap dapat memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem ma’had yang unggul, religius, adaptif, dan berkelanjutan. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol penguatan silaturahmi dan komitmen bersama dalam memajukan sistem pembinaan mahasiswa di lingkungan PTKIN. (Penulis: Izra, Editor: Sam)
