Salatiga – Ma’had Al-Jamiah UIN Salatiga kembali mengadakan agenda tahunan kompetisi Final Public Speaking pada Minggu malam, 17 Mei 2026, bertempat di Masjid Ath-Thayyar Kampus 2 UIN Salatiga. Kompetisi ini diikuti oleh delapan finalis dari berbagai program studi yang terdiri atas empat peserta putra dan empat peserta putri. Seluruh finalis menyampaikan materi menggunakan dua bahasa internasional, yaitu bahasa Arab dan bahasa Inggris.
Kegiatan Final Public Speaking merupakan ajang bergengsi yang berfokus pada pengembangan literasi dan retorika bahasa internasional sebagai bekal bagi mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang mengangkat tema “Voices of the Future, Sharing Ideas, Transforming the Past” menekankan pentingnya gagasan generasi muda dalam membawa perubahan dengan tetap belajar dari refleksi masa lalu.
Acara dimulai pukul 19.00 WIB dengan pembacaan Surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan sambutan dari ketua panitia serta Ketua Ma’had Al-Jamiah Putra UIN Salatiga. Dalam sambutannya disampaikan bahwa kemampuan public speaking menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat.
Sebelum lomba dimulai, panitia membacakan juklak dan juknis secara ringkas. Pada babak final, setiap peserta diwajibkan tampil tanpa teks (off-text) dengan durasi 5–10 menit. Penampilan para finalis mengangkat beragam tema menarik, mulai dari budaya, motivasi, religi, kemanusiaan, hingga kesehatan.
Semua finalis menampilkan pidato yang memukau dengan gaya penyampaian yang berbeda-beda. Dimas Muhammad Asysyfa membahas pentingnya melestarikan budaya nusantara di kalangan generasi muda. Dzaki Fahmiddin tampil ekspresif melalui pidato bahasa Arab yang dipadukan selawat dan lagu Arab. Abdul Karim Al Firdaus menyampaikan materi tentang esensi Islam dan pentingnya jihad yang benar. Annisatuzzahro membawakan pidato motivasi berbahasa Inggris tentang keberanian meraih mimpi.
Selanjutnya Siti Arbaiyah Pasaribu mengangkat isu kemanusiaan di Palestina melalui orasi bahasa Arab yang menyentuh. Nur Zahra Zafira menyampaikan pesan penguatan spiritual dengan suasana religius dan menenangkan. Alisa Aprilianti membagikan kisah inspiratif tentang pentingnya konsistensi dan bangkit dari kegagalan, sedangkan Tengku Muhammad Mirza Audady mengedukasi audiens mengenai pentingnya tidur cukup bagi kesehatan dan produktivitas pelajar.
Setelah seluruh finalis menyelesaikan penampilannya, dewan juri memberikan evaluasi dan menentukan pemenang terbaik kategori bahasa Arab dan bahasa Inggris berdasarkan poin tertinggi. Selain pengumuman pemenang, acara juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada Duta Bahasa Ma’had Al-Jamiah.
Pelaksanaan kegiatan final public speaking ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas nilai sosial, kepercayaan diri, serta kemampuan bahasanya. Melalui kegiatan ini mahasiswa diharapkan menjadi paham akan pentingnya seni berbicara yang informatif untuk diaplikasikan di lingkungan masyarakat. (Penulis: Khasanah, Editor: Sam)
