Salatiga – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pengurus dan mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga dalam ajang Bulughul Maram Competition 2026 tingkat nasional. Kompetisi yang berfokus pada pendalaman hadis-hadis hukum dan fikih ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Rangkaian lomba dilaksanakan sejak 1 hingga 20 Januari 2026 oleh panitia lomba UIN Sunan Kudus, dengan penilaian akhir pada 22 Januari 2026, serta pengumuman pemenang yang dilakukan secara daring pada 23 Januari 2026. Dalam ajang tersebut, delegasi Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga berhasil meraih dua Gold Medal dan satu Silver Medal. Capaian ini menjadi bukti nyata kualitas akademik serta kesungguhan mahasantri dalam mengembangkan keilmuan Islam, khususnya dalam bidang hadis dan fikih.
Peraih Gold Medal tingkat nasional pertama adalah Dani Alfiani, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester 6 Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, asal Tegal. Dani menyampaikan bahwa persiapan lomba telah dilakukan dalam waktu yang cukup lama, meskipun terdapat beberapa materi yang belum sempat dimutholaah secara menyeluruh. Kendati demikian, ia tetap mampu menunjukkan performa terbaik hingga meraih nilai 490 dari 500. Dani menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari ikhtiar, doa, serta keberanian untuk mencoba. Ia juga berpesan kepada sesama mahasantri agar tidak takut mencoba dan tidak takut gagal dalam mengasah potensi diri.
Gold Medal kedua diraih oleh Titik Mualifatus Sahiroh, mahasantri Program Studi Pendidikan Bahasa Arab semester 3 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan asal Tuban, Jawa Timur. Dalam keterangannya, Titik menilai bahwa Bulughul Maram Competition bukan sekadar ajang kompetisi akademik, melainkan juga ruang untuk menghidupkan sunnah melalui pemahaman hadis-hadis hukum dan pengamalannya.
Titik mengungkapkan kesan positif terhadap pelaksanaan lomba yang berlangsung dalam suasana kompetitif namun tetap sehat, penuh semangat, serta sarat nilai-nilai keislaman. Selain itu, lomba ini dinilai mampu mempererat ukhuwah antar mahasantri dari berbagai daerah. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan persiapan yang lebih matang dan inovasi yang lebih beragam, sehingga dapat menjadi sarana pembinaan karakter, peningkatan keilmuan, serta penguatan mental dan spiritual mahasantri.
Sementara itu, Silver Medal tingkat nasional berhasil diraih oleh Nur Zahra Zafira, mahasantri Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester 1 Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, asal Demak. Nur Zahra mengungkapkan bahwa persiapan lomba yang dilakukan masih tergolong terbatas karena lebih banyak mengandalkan pengetahuan yang diperoleh sebelumnya. Meski demikian, ia merasa bersyukur dan senang dapat mengikuti kompetisi tersebut. Baginya, keikutsertaan dalam Bulughul Maram Competition menjadi pengalaman berharga yang mampu memberikan motivasi untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan berani mengikuti kompetisi akademik lainnya di masa mendatang.
Keberhasilan para mahasantri sebagai delegasi Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga dalam ajang nasional ini menunjukkan komitmen Ma’had dalam mendukung pengembangan potensi akademik dan spiritual mahasantri. Prestasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi seluruh mahasantri untuk terus berprestasi, berkontribusi dalam pengembangan keilmuan Islam, serta mengharumkan nama UIN Salatiga di tingkat nasional. (Penulis: Attaqy, Editor: Sam)
