Salatiga – Prestasi membanggakan kembali lahir dari dunia literasi Islam dan kajian kitab kuning di awal tahun 2026. Faizatun Nazila Maulatul Muslim Mahasiswa Fakultas Syari’ah Prodi Hukum Keluarga Islam semester 2 yang berasal dari Brebes, Yang merupakan Mahasantri Ma’had yang dikenal tekun, berhasil menorehkan tinta emas dengan meraih predikat Gold Medal dalam ajang bergengsi Bulughul Marom Competition tingkat Nasional. Kemenangan ini menjadi sorotan karena ketatnya persaingan di antara para pelajar dan santri dari seluruh penjuru Indonesia.
Kompetisi ini diselenggarakan secara profesional oleh Maharah Academy, sebuah lembaga edukasi yang konsen pada pengembangan literasi dan pemahaman kitab-kitab klasik Islam. Pengumuman kemenangan yang diraih pada 23 Januari 2026 tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat mempelajari kitab hadis monumental karya Ibnu Hajar al-Asqalani ini tetap berkobar di hati generasi Z dan Alpha.
Keberhasilan Nazila meraih medali emas bukanlah sebuah kebetulan. Diperlukan ketelitian tinggi dalam memahami setiap teks dan sanad (jalur periwayatan) hadis yang diujikan. Selama proses kompetisi, para peserta ditantang untuk menunjukkan penguasaan materi yang mendalam, mulai dari aspek hukum fikih hingga konteks historis dari hadis-hadis yang terkandung dalam kitab Bulughul Marom.
Maharah Academy selaku penyelenggara menyatakan bahwa standar penilaian tahun ini cukup tinggi. Namun, Nazila mampu melewati setiap tahapan ujian dengan hasil yang sangat memuaskan, mengungguli ratusan pesaing lainnya yang juga memiliki kemampuan luar biasa. Melalui pencapaian ini, Faizatun tidak hanya membawa pulang medali, tetapi juga menjadi simbol inspirasi bagi Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Di tengah arus informasi digital yang begitu cepat, ia membuktikan bahwa mendalami ilmu agama secara serius dapat membuahkan prestasi yang membanggakan di tingkat nasional.
“Jangan mudah putus asa, teruslah kejar semua mimpi-mimpimu,” pesannya dengan penuh semangat. Quotes tersebut mencerminkan filosofi hidupnya bahwa setiap tantangan adalah batu loncatan untuk menjadi lebih baik. Nazila berharap prestasi ini dapat memotivasi Mahasantri – mahasantri Ma’had untuk tidak takut bermimpi besar, baik dalam bidang akademik maupun keagamaan. Selamat kepada Nazila atas dedikasi dan kemenangan gemilangnya. (Penulis: Hikmah, Editor: Sam)
