Salatiga – Mengawali tahun 2026, Ahmad Novel Al Ja’far yang merupakan pengurus Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga ini menorehkan prestasinya pada ajang bergengsi tahunan yaitu MTQ tingkat Kabupaten Tangerang. Kompetisi yang menjunjung tinggi nilai-nilai Al-Qur’an ini berlangsung sejak tanggal 8-13 Januari 2026, yang bertempat di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten. Pada kompetisi ini, Novel menjadi juara harapan 1 pada cabang lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ). Prestasi yang diraihnya ini menunjukkan potensi akademik serta semangat intelektual muslim mahasiswa dalam mengontekstualisasikan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dengan isu kontemporer.
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan kompetisi yang menguatkan nilai-nilai qurani sebagai ajang untuk melahirkan generasi muslim yang unggul khususnya dalam bidang Al-Qur’an. Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh LPTQ tingkat Kabupaten Tangerang ini selalu menjadi acara besar setiap tahunnya. Kompetisi ini meliputi 10 cabang 29 golongan lomba, salah satunya Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ). Pada cabang ini peserta diuji untuk mengolah serta menuangkan aspirasinya dalam menghadapi isu-isu terkini melalui tulisan. Hal ini tentunya sudah lumrah di kalangan seorang mahasiswa.
Novel, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir asal Lebak, Banten ini sudah tercatat sebagai atlet ajang MTQ setiap tahunnya khususnya pada cabang lomba KTIQ. Tahun 2025 lalu, di event yang sama Novel meraih Juara 3 pada cabang lomba tersebut. “Jujur, saingan tahun ini semakin ketat, banyak pend datang baru yang tiba-tiba bisa salip tiga besar” ujarnya. Meski terlihat menurun, namun hal ini tidak menjadikan semangatnya dalam berkompetisi menurun, justru fenomena inilah yang membuat dirinya semakin bertekad untuk mengembangkan potensinya dalam menulis dan berkompetisi.
Ikhtiarnya untuk meraih juara tidaklah mudah, pelaksanaan MTQ pada awal tahun tersebut cukup menguras tenaga, pikiran serta waktunya dalam memaksimalkan persiapannya. “Masih banyak UAS yang belum ter-submit saat itu, di tambah pelaksanaan MTQ yang tinggal menghitung hari, terpaksa membagi otak sana-sini” keluhnya. Hambatan, kesulitan bahkan ujian yang dialaminya itu justru mengantarkannya pada hasil yang membanggakan. Hal ini membuktikan bahwa kesibukan apa pun tidak akan menghalangi kita untuk bersinar.
Prestasi yang diraih Novel diharapkan menjadi motivasi dan semangat juang kita sebagai mahasiswa agar dapat menuangkan aspirasi dalam menyikapi isu-isu dunia modern serta tidak menjadikan kendala apa pun sebagai hambatan untuk bersinar. Ia pun berpesan untuk mahasantri Ma’had Al-Jami’ah, “kalah bukan berarti kita lemah, tapi kalah adalah pesan tersirat agar kita terus mencoba dan berkembang.” Semoga mahasantri Ma’had Al-Jami’ah dapat mempertahankan prestasi akademiknya sebagai bukti bahwa mahasiswa benar-benar di utus sebagai agen perubahan menuju masa depan yang gemilang. (Penulis: Lailita, Editor: Sam)
