Ahmad Ridho Nasim Raih Juara 1 MTQ Cabang Tahfidz 20 Juz Putra Tingkat Kabupaten Boyolali

Salatiga – Prestasi membanggakan diraih oleh Ahmad Ridho Nasim, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) semester 4, yang berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Boyolali pada cabang Tahfidz 20 Juz Putra.

Kompetisi yang mengusung tema “Al-Qur’an dan Moderasi untuk Indonesia Harmoni” ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Boyolali. Pendaftaran lomba telah dibuka sejak 18 April 2026, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba pada 28 April 2026 di Masjid Agung Boyolali. Suasana kompetisi berlangsung khidmat dan penuh semangat, diikuti oleh para peserta terbaik dari berbagai kecamatan. Pengumuman pemenang dilakukan pada hari yang sama di Pendopo Kabupaten Boyolali.

Dalam ajang tersebut, Ridho tampil sebagai delegasi dari Kecamatan Klego. Ia mengungkapkan bahwa proses persiapan tidak dilakukan secara instan, melainkan melalui latihan yang konsisten serta menjaga hafalan agar tetap kuat dan lancar. “Saya berusaha untuk maksimal dalam mempersiapkan diri,” ujarnya.

Meski telah melakukan persiapan dengan baik, Ridho tetap merasakan ketegangan saat tampil di hadapan dewan juri. Ia menggambarkan suasana hatinya dengan sederhana, “dakdikdukder,” yang mencerminkan campuran rasa gugup, tegang, namun juga penuh harap. Namun demikian, ia mampu mengendalikan diri dan menampilkan hafalan Al-Qur’an dengan baik hingga akhir penampilan.

Perjalanan menuju juara tidak selalu mudah. Ridho harus menjaga konsistensi murojaah di tengah aktivitas perkuliahan dan kesibukan lainnya. Dukungan dari lingkungan sekitar, termasuk teman-teman dan pembimbing, turut menjadi faktor penting dalam keberhasilannya. Semangat untuk membawa nama baik daerah dan institusi juga menjadi motivasi tersendiri baginya.

Keberhasilannya meraih juara pertama tentu membawa kebahagiaan yang mendalam. Ia mengaku sangat bersyukur dan senang atas pencapaian tersebut, sekaligus menjadikannya sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan pemahaman Al-Qur’an di masa mendatang.

Sebagai penutup, Ridho menyampaikan pesan inspiratif kepada teman-teman di Ma’had dan mahasiswa lainnya. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara usaha dan doa dalam meraih kesuksesan. “Intinya, doakan usahamu dan usahakan doamu,” pesannya. Prestasi ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mampu memotivasi generasi muda untuk lebih mencintai Al-Qur’an serta aktif berprestasi dalam bidang keagamaan, khususnya dalam cabang tahfidz. (Penulis : Lailita, Editor: Sam)