Salatiga – Kabar membanggakan datang dari pengurus Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Putri Hikmata Lailita, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora, berhasil mengharumkan nama Ma’had dengan meraih juara 2 tingkat internasional dalam cabang lomba ghina’ ‘araby. Kompetisi tersebut merupakan bagian dari International Arabic World Festival 8 yang diselenggarakan di Universitas Ahmad Dahlan pada 5 April 2026.
Ajang bergengsi ini mengusung tema besar “From Bayt al-Hikmah to Digital Era: Dari Cahaya Literasi Klasik Menuju Cakrawala Teknologi,” yang bertujuan mengintegrasikan warisan keilmuan Islam klasik dengan perkembangan teknologi modern. Putri, yang berasal dari Tirto, Grabag, Magelang, tampil sebagai salah satu peserta terbaik di tengah persaingan internasional yang ketat.
Proses menuju kemenangan tersebut tidaklah mudah. Dalam masa persiapan, Putri dihadapkan pada padatnya aktivitas akademik dan organisasi. Sebagai pengurus Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga, ia harus pandai mengatur waktu agar latihan tidak berbenturan dengan tanggung jawab lainnya. Dengan disiplin tinggi, ia membagi jadwal secara terstruktur sehingga tetap dapat berlatih secara optimal.
Selama mengikuti perlombaan, Putri mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga. Ia tidak hanya mengasah kemampuan dalam bidang seni vokal bahasa Arab, tetapi juga memperluas relasi dengan peserta dari berbagai daerah, termasuk luar Pulau Jawa. Interaksi tersebut menjadi ruang belajar yang memperkaya wawasan budaya dan akademik.
Pengumuman kemenangan yang diraih pada 29 April 2026 menjadi momen penuh haru dan kebahagiaan. Putri menyampaikan rasa syukur atas pencapaiannya, yang ia dedikasikan untuk kedua orang tuanya. Baginya, keberhasilan ini merupakan hasil dari perpaduan antara usaha yang konsisten dan doa yang tidak terputus. Putri memberikan pesan inspiratif kepada mahasantri agar tidak ragu untuk mencoba berbagai peluang. Menurutnya, setiap langkah kecil yang diambil hari ini merupakan bagian penting dari proses menuju pengembangan diri yang lebih baik.
“Jangan takut mencoba, karena proses adalah jalan menuju versi terbaik diri kita. Masa depan memang tidak dapat dipastikan, tetapi usaha dan doa tidak akan pernah sia-sia,” ungkapnya penuh keyakinan. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasantri dan pengurus untuk terus berkarya dan berkontribusi, baik di tingkat nasional maupun internasional. (Penulis: Hikmah, Editor: Sam)
