Pengurus Ma’had Al-Jamiah UIN Salatiga Ukir Prestasi di Kompetisi Seni Tingkat Nasional

Salatiga – Sebuah Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu pengurus. Nur Makfud Zaenuri, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora yang juga aktif sebagai pengurus di Mahad Al-Jamiah UIN Salatiga, berhasil membawa pulang penghargaan Juara 2 dalam ajang Lomba Nasional Karikatur Pengelolaan Sampah 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Dwi Jendra Bali secara daring, dengan rangkaian kegiatan pendaftaran pada Rabu, 27 Mei 2026, proses penilaian karya berlangsung pada Kamis, 28 Mei 2026, serta pengumuman resmi pemenang yang jatuh pada Jumat, 29 Mei 2026.

Ajang bergengsi ini mengusung tema “Sampah Bukan Akhir: Dari Krisis Menuju Kesadaran Lingkungan”, mengundang partisipasi kreator muda dari berbagai Penjuru Nusantara untuk menyuarakan kepedulian terhadap alam lewat karya visual yang penuh makna. Di tengah persaingan yang sangat ketat, karya ciptaan Nur Makfud berhasil memikat hati dewan juri berkat orisinalitas ide dan pesan yang tersampaikan dengan kuat. Keberhasilan ini diraih melalui persiapan yang sangat matang. Ia memulainya dengan keyakinan penuh dan semangat mencari pembaruan, serta giat mempelajari beragam referensi desain untuk menyempurnakan gagasannya. Segala proses kreatif itu dikerjakannya di sela-sela kesibukan kuliah dan amanah berat yang diembannya sebagai pengurus Mahad Al-Jamiah UIN Salatiga. Di antara padatnya jadwal pembinaan dan tugas organisasi, ia tetap menyempatkan waktu untuk merevisi dan menyempurnakan karyanya berulang kali hingga mencapai hasil maksimal.

Perjalanan menuju kemenangan ini tidak lepas dari gejolak batin yang sempat dirasakan Nur Makfud. Mengamati karya-karya peserta lain yang tampak luar biasa dan berkualitas tinggi, ia sempat merasa ragu dan kurang percaya diri dengan hasil karyanya sendiri. Bahkan, ia sama sekali tidak menyangka bahwa usahanya akan mampu bersaing di tingkat nasional. Namun, bekal karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang telah tertanam kuat sejak ia bergabung dan berkembang di lingkungan Mahad Al-Jamiah UIN Salatiga menjadi kekuatan besar yang mengusir segala keraguan. Nilai-nilai mulia yang diajarkan di lembaga ini menguatkan tekadnya untuk terus berjuang, hingga akhirnya rasa syukur, bahagia, dan haru mendalam meliputi dirinya saat namanya resmi disebut sebagai pemenang juara kedua.

Keberhasilan yang ditorehkan ini semakin menegaskan eksistensi Mahad Al-Jamiah UIN Salatiga sebagai lembaga yang konsisten mencetak kader unggul. Di sini, para mahasantri tidak hanya ditempa dalam keilmuan agama dan tata krama, tetapi juga didorong untuk mengembangkan potensi diri, berkreasi, dan peka terhadap berbagai isu sosial di masyarakat. Kisah Nur Makfud membuktikan bahwa pola asuh dan sistem pembinaan di Mahad mampu membentuk pribadi yang seimbang, cakap membagi waktu antara amanah organisasi, studi, dan bakat pribadi. Kepada seluruh warga Mahad Al-Jamiah UIN Salatiga, ia berpesan dengan tulus, “Maksimalkan yang masih bisa kamu usahakan” mengajak semuanya untuk terus berjuang memberikan yang terbaik. Langkah gemilang ini turut menyemarakkan nama baik Mahad, sekaligus memperkokoh posisi Mahad Al-Jamiah UIN Salatiga sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan mampu mengharumkan nama almamater di kancah nasional. (Penulis: Hilmah, Editor: Sam)