Mengusung Tema Metamorfosis dan Resiliensi, Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga Lepas 83 Wisudawan Santri pada Haflah Akhirussanah 2026

Salatiga – Ma’had Al-Jami’ah Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga sukses menyelenggarakan agenda akbar tahunan, Wisuda Santri dan Haflah Akhirussanah Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga Tahun 2026, pada Rabu 1 Juli 2026. Perhelatan yang menjadi momentum sakral bagi kelulusan para mahasantri ini digelar secara megah di Gedung Auditorium Student Centre, Kampus 3 UIN Salatiga. Tahun ini, acara mengusung tema mendalam dan futuristik, yakni “Meneguhkan Resiliensi Mahasantri, Berakar Pada Budaya dan Tradisi, Menuju Metamorfosis yang Terintegrasi.” Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti seisi gedung sejak pukul 06.00 WIB ketika panitia mulai mempersiapkan pemberangkatan, hingga memasuki puncak acara formal. Kehadiran para dosen pengelola Ma’had, dewan asatidz, jajaran rektorat, serta para wali santri turut menambah kekhusyukan prosesi pelepasan ini. Mereka hadir guna menyaksikan langsung momentum pengukuhan kelulusan dari total 83 mahasantri yang telah menyelesaikan masa studinya di Ma’had, yang terdiri atas 33 mahasantri putra dan 50 mahasantri putri.

Rangkaian acara dibuka dengan lantunan selawat yang syahdu dalam sesi Grand Opening oleh grup Ziyadatul Khoir, disusul pembukaan resmi oleh trio MC Formal yakni Siti Arbaiah Pasaribu, Vanesa Auliya, dan Rafli Adi Kurniawan. Setelah penampilan kreasi seni tari dan parade tilawah Al-Qur’an yang memukau, seluruh hadirin berdiri tegak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Hymne UIN Salatiga dengan dipandu oleh dirigen Siti Masyitoh. Ahmad Novel Al Ja’far, mahasantri semester 4 dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) selaku Ketua Panitia Pelaksana, dalam sambutannya menyampaikan laporan kesiapan serta rasa terima kasih mendalam atas kerja keras seluruh elemen panitia yang tangguh dalam mempersiapkan perhelatan ini. Novel menegaskan bahwa tema yang dipilih bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari proses panjang yang dilalui para santri di asrama. Sesi ini disambung dengan penuh keharuan oleh Choirul Wahyudi, S.Pd., selaku perwakilan wali santri, yang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada lembaga yang telah mendidik putra-putri mereka menjadi pribadi yang berakhlak mulia.

Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga, Dr. Muh. Hafidz, M.Ag., dalam pidatonya memaparkan makna esensial di balik tema Haflah tahun ini. Beliau menekankan pentingnya resiliensi atau ketangguhan mental bagi mahasantri di tengah gempuran disrupsi zaman, dengan syarat mutlak tidak mencabut akar mereka dari budaya luhur pesantren serta tradisi Islam Nusantara. Dengan fondasi tersebut, proses perubahan diri atau metamorfosis mahasantri akan berjalan secara terintegrasi antara keilmuan sains dan spiritual keagamaan. “Metamorfosis yang sejati adalah ketika mahasantri mampu keluar dari kepompong Ma’had menuju masyarakat luas dengan membawa sayap pengetahuan ilmiah yang luas sekaligus spiritualitas yang kokoh, tangguh menghadapi segala tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri santrinya,” tutur Dr. Muh Hafidz, M.Ag. dalam sambutannya. Apresiasi luar biasa juga datang dari Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag. Beliau mengapresiasi sinergitas Ma’had Al-Jami’ah yang berhasil menyatukan tradisi keilmuan pesantren konvensional dengan sistem akademik universitas modern, sehingga melahirkan lulusan-lulusan teladan yang siap mengabdi di berbagai lini masyarakat.

Memasuki agenda inti, emosi haru memuncak saat prosesi khataman massal berlangsung, diikuti dengan pemanggilan satu per satu nama dari 83 wisudawan-wisudawati untuk menerima piagam kelulusan. Suasana semakin bergetar saat seluruh lulusan mengikrarkan Janji Santri secara lantang yang dipimpin oleh Abdul Karim Al Firdaus. Kemeriahan acara berlanjut pada sesi non-formal yang dipandu oleh MC M. Nuril Anwar dan Evi Vidiana. Pada kesempatan ini, diumumkan berbagai pencapaian gemilang, di antaranya penghargaan Paralel 1, 2, dan 3 bagi wisudawan-wisudawati Terbaik, penghargaan Duta Bahasa Ma’had, hingga apresiasi bagi anggota Kataba Teraktif. Puncak prestasi literasi ditandai dengan peluncuran buku terbaru karya komunitas menulis santri ‘Kataba’, membuktikan bahwa tradisi ber-kitabah tetap lestari di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah. Nasihat keagamaan yang mendalam sekaligus doa penutup disampaikan oleh KH. In’amuzzahidin dengan dipandu oleh Mustafiqul Hilmi, M.Pd. selaku moderator. Dalam Mauidhoh Hasanah-nya, beliau berpesan agar para alumni senantiasa istikamah mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dan menjadi oase penyejuk di tengah-tengah masyarakat luas. Menjelang akhir acara, para hadirin dihibur oleh penampilan seni musik Islami dari grup Nasyid Ma’had sebelum MC Formal resmi menutup perhelatan pada pukul 13.30 WIB dengan sesi foto bersama guna mengabadikan momen bersejarah tersebut. Tidak berhenti di sana, nilai karakter dan kesantrian kembali ditunjukkan pasca-acara; seluruh pengurus Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga secara kompak bahu-membahu melaksanakan aksi bersih-bersih area Gedung Auditorium hingga pukul 15.30 WIB, memastikan tempat kembali bersih sebagai cerminan nyata dari sebagian iman. (Penulis: Attaqy, Editor: Sam)