Salatiga – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Dani Alfiani, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) semester 7 yang saat ini mengemban amanah sebagai Lurah Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga, berhasil meraih peringkat pertama dalam ILAIKA (Ikhtibar Lughah Al-‘Arabiyyah Ka Lughatin Ajnabiyyatin) yang diselenggarakan oleh UPTPB UIN Salatiga.
ILAIKA merupakan tes kemahiran bahasa Arab yang dirancang untuk mengukur kemampuan peserta dalam memahami dan menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa asing. Program ini menjadi salah satu upaya UIN Salatiga dalam meningkatkan kompetensi kebahasaan mahasiswa, khususnya dalam bidang bahasa Arab sebagai salah satu kompetensi penting bagi civitas akademika. Pendaftaran tes dibuka pada 3 Juli 2026, pelaksanaan berlangsung pada 8 Juli 2026 di Kampus 1 UIN Salatiga, sementara hasil diumumkan secara daring pada 13 Juli 2026.
Keberhasilan yang diraih Dani Alfiani menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Di tengah kesibukannya sebagai Lurah Ma’had yang memiliki berbagai tanggung jawab dalam membina serta mengoordinasikan kegiatan mahasantri, ia tetap mampu menunjukkan dedikasi dalam bidang akademik dan kebahasaan dengan meraih hasil terbaik. Saat diwawancarai, Dani mengungkapkan bahwa persiapan yang ia lakukan tidak terlalu berat karena sebelumnya telah mengikuti simulasi ILAIKA. Pengalaman tersebut membantunya memahami pola soal sekaligus meningkatkan rasa percaya diri ketika mengikuti tes yang sesungguhnya. “Alhamdulillah, karena sebelumnya juga sudah mengikuti simulasi ILAIKA, jadi tidak terlalu susah dalam mengerjakan tes ILAIKA,” ujarnya. Menurutnya, latihan yang dilakukan sebelum pelaksanaan tes memberikan gambaran mengenai bentuk soal serta strategi pengerjaan yang efektif. Hal tersebut menjadi bekal yang sangat membantu hingga akhirnya ia mampu memperoleh hasil yang maksimal.
Momen pengumuman hasil menjadi pengalaman yang paling berkesan baginya. Dani mengaku tidak menyangka dapat memperoleh nilai tertinggi pada kesempatan pertamanya mengikuti tes tersebut. Rasa syukur pun ia panjatkan atas nikmat dan kemudahan yang Allah SWT berikan. “Sangat bersyukur sekali karena percobaan sekali langsung lulus dan menjadi nomor satu,” ungkapnya penuh rasa syukur. Prestasi ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan yang dimiliki seseorang, tetapi juga oleh kesungguhan dalam belajar, kemauan untuk terus berlatih, serta keberanian dalam mencoba setiap peluang yang ada. Pengalaman mengikuti simulasi, kedisiplinan dalam mempersiapkan diri, dan kepercayaan diri saat menghadapi ujian menjadi faktor penting yang mengantarkan Dani meraih pencapaian tersebut.
Sebagai penutup, Dani juga menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga agar senantiasa semangat dalam meningkatkan kemampuan berbahasa, baik bahasa Arab maupun bahasa asing lainnya. “Kemampuan berbahasa tidak lahir dari bakat semata, tetapi dari latihan, ketekunan, dan istiqamah.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemampuan berbahasa merupakan keterampilan yang dapat terus berkembang melalui proses belajar yang konsisten. Tidak ada keberhasilan yang diperoleh secara instan, melainkan melalui usaha, kesabaran, dan komitmen untuk terus memperbaiki diri.
Semoga prestasi yang diraih Dani Alfiani dapat menjadi motivasi sekaligus inspirasi bagi seluruh mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kompetensi akademik maupun kebahasaan, serta berani mengikuti berbagai ajang yang dapat mengharumkan nama Ma’had dan UIN Salatiga. Diharapkan pula semakin banyak mahasantri yang terdorong untuk menorehkan prestasi di tingkat regional maupun nasional sebagai wujud nyata semangat belajar, berkhidmah, dan berkontribusi bagi kemajuan lembaga. (Penulis: Lailita, Editor: Sam)
