Salatiga – Trend positif kembali mampu dijaga oleh keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Kini, melalui segenap pengurus, Ma’had berhasil membawa pulang tiga medali sekaligus pada ajang Olimpiade Bahasa Arab tingkat nasional untuk pelajar yang diselenggarakan oleh Maharah Academy tersebut.
Maharah Academy merupakan lembaga edukasi dan penyelenggara program daring yang berfokus pada pengembangan literasi serta pemahaman kitab-kitab turats. Dengan diadakannya Olimpiade Bahasa Arab ini, harapannya adalah untuk mewadahi pelajar yang memiliki kemampuan dan potensi dalam berbahasa Arab, serta mengasah kemampuan, khususnya dalam bidang ilmu tata bahasa dan pemahaman Islam. Perlombaan yang diselenggarakan secara daring ini mengusung tema yang relevan dengan kondisi kuantitas minoritas pelajar yang meminati bidang kebahasaan yaitu “Melalui Bahasa Arab, kita bisa bangkit dan unggul”.
Rangkaian pelaksanaan lomba diawali dengan masa pendaftaran pada 16–30 Juli, dilanjutkan dengan pelaksanaan perlombaan berbasis daring pada 1 Agustus 2026, serta pengumuman pada 2 Agustus. Pada ajang tersebut, Ma’had Al Jami’ah mengirimkan delegasi yang di antaranya berhasil meraih satu Juara Harapan III dan dua Gold Medal. Dengan torehan gemilang tersebut, tentunya selain meningkatkan branding delegasi yang terlibat, juga memberikan dampak positif bagi Ma’had Al Jami’ah guna meningkatkan citra sebagai instansi yang menaunginya, serta memberikan motivasi bagi siapa pun yang mau berusaha dan tidak takut mencoba.
Salah satu prestasi ditorehkan oleh Dani Alfiani, mahasiswa asal Tegal yang saat ini menjalani pendidikan pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester 6 di UIN Salatiga. Dalam ajang tersebut, Dani berhasil meraih Juara Harapan III dengan skor sempurna, yaitu 500. Raihan mengesankan tersebut bukan sesuatu yang instan, mengingat di sela kesibukannya sebagai Lurah Ma’had Al Jami’ah UIN Salatiga, tentu tidak mudah baginya mempersiapkan semuanya dengan sempurna. Namun, dirinya mampu membuktikan bahwa hal tersebut bukan menjadi halangan untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya di bidang Bahasa Arab. Kendati persiapannya kurang maksimal, selain proses persiapan yang cukup, dirinya juga menegaskan bahwa hasil ini tidak luput dari kesadaran akan kemampuan yang dimilikinya sebagai hamba yang hanya bisa berusaha dan memberikan ruang bagi intervensi Sang Kuasa dalam menentukan hasil akhirnya. “Bukan kita yang hebat, tapi Allah yang mudahkan. Bukan kita yang kuat, tapi Allah yang mampukan. Percayalah, saat kamu ikhlas dengan keadaanmu, di situlah pintu-pintu pertolongan Allah terbuka,” ujar Dani.
Prestasi selanjutnya diraih oleh Faizatun Nazila Maulatul Muslim, mahasiswi Program Studi Hukum Keluarga Islam semester 3 yang juga menempuh pendidikan sarjananya di UIN Salatiga. Dalam ajang tersebut, dirinya berhasil mengamankan Gold Medal dengan raihan 490 poin, sekaligus membuktikan bahwa waktu liburan bukan suatu alasan untuk mengurangi intensitas maupun integritas yang dimilikinya sebagai akademika. Zila mengungkapkan bahwa persiapannya untuk ajang ini kurang maksimal sehingga hal tersebut menjadi indikator munculnya kesan dari dirinya. “Saya kurang puas dengan hasil lomba kali ini. Bukan karena kurang berusaha, tetapi karena persiapan yang belum cukup matang dan kurang teliti dalam beberapa hal. Ini menjadi pelajaran berharga untuk saya agar ke depannya bisa mempersiapkan semuanya dengan lebih baik, lebih fokus, dan lebih maksimal. Semoga di kesempatan berikutnya saya bisa memberikan hasil yang lebih memuaskan,”. Berikut pernyataan darinya yang mempertegas bahwa capaian 490 poin yang dimilikinya tidak serta-merta membuat dirinya puas begitu saja.

Prestasi selanjutnya berhasil diamankan oleh Muhammad Akmalul Khair, mahasiswa asal Rembang, Program Studi Ilmu Hadis, yang saat ini sedang menjalani pendidikan sarjananya di UIN Salatiga. Dalam ajang tersebut, dirinya berhasil melanjutkan trend positif dari kedua rekan sebelumnya dengan torehan 470 poin yang diganjar Gold Medal. Akmal menyampaikan ketidakpuasannya atas hasil medali yang diraih. Hal ini dilatar belakangi persiapan yang tidak sepenuhnya matang sebelum mengikuti ajang yang diselenggarakan oleh Maharah Academy tersebut. “Senang, tapi sedikit kecewa dengan diri sendiri karena belum persiapan sama sekali. Tapi, alhamdulillah bisa menjawab soalnya,” ujar Akmal. Meskipun demikian, dirinya melihat bahwa hal ini bukan sesuatu yang layak disesali, melainkan menjadi bahan evaluasi agar ke depannya dapat menjadi lebih baik lagi.”Teruslah kejar apa yang menurutmu bermanfaat untuk dirimu dan orang lain. Kebaikan pasti selalu bersamanya,” tambahnya.

Keberhasilan delegasi Ma’had Al Jami’ah UIN Salatiga ini dapat dijadikan indikator keseriusan instansi di bawah naungan UIN Salatiga tersebut dalam merealisasikan perannya sebagai wadah bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan bidang yang menjadi potensi mereka dalam membangun personal branding. Di lain sisi, hasil mengesankan ini juga diharapkan mampu mendongkrak semangat mahasantri untuk terus mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. (Penulis: Guevara, Editor: Sam)
