Ma’had Al-Jami’ah Mengadakan Masa Orientasi Santri Baru Tahun 2026

Salatiga – Selama dua hari berturut-turut, Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga menyelenggarakan acara “MOS” atau Masa Orientasi Santri guna menyambut mahasantri baru yang siap mengenyam pendidikan berbasis Islam di Ma’had pada Senin hingga Selasa, 24-25 Agustus 2026, bertempat di Gedung Balai RW III Kembangarum. Acara pada hari pertama berlangsung pada pukul 07.00 WIB, diawali dengan lantunan sholawat oleh grup Ziyadatul Khoir yang kemudian dibuka oleh MC Formal. Acara bertambah khidmat setelah memasuki rangkaian acara tilawah. Dihadiri oleh Direktur Ma’had, Pengelola Ma’had, Pengasuh Ma’had, Pengurus Ma’had, dan sekitar 118 santri baru, turut menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne UIN Salatiga yang dipimpin oleh petugas dirigen.

Dengan tema “Membentuk Mahasantri Yang Progresif Adaptif dalam Dinamika Peradaban Modern”, yang diusung oleh Ketua panitia – Muhammad Akmalul Khoir, menegaskan bahwa sebagai seorang santri tidak hanya menguasi ilmu agama saja, tetapi juga mampu berpikir kritis untuk membaca perkembangan zaman, terus berkembang, inovatif, kreatif, dan menjadi pribadi yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar.

Dilanjutkan dengan sambutan kedua oleh Direktur Ma’had, Bapak Dr. Muh Hafidz, M.Ag., yang dalam sambutannya mengingatkan seluruh hadirin untuk mempergunakan waktunya sebaik mungkin untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri, mengembangkan keterampilan dan softskill yang kita peroleh hasil dari belajar saat inilah yang akan sangat dibutuhkan di masa depan, bukan dilihat dari nilai saja. Selanjutnya, penyematan co-card oleh Pengelola Ma’had, Bapak Ahmad Samingan, M.Pd., kepada perwakilan mahasantri sebagai tanda bahwa mereka telah resmi menjadi santri di Ma’had Al-Jami’ah UINSalatiga, sebelum memasuki pembacaan do’a oleh Pengasuh Ma’had Putri, Bapak Ahmadi Hasanuddin Dardiri, M.H.

Rangkaian acara masih berlangsung dengan penayangan video profil Ma’had yang dipandu MC Non Formal kemudian diisi dengan penyampaian-penyampaian materi dan sesi diskusi setelah pembacaan curriculum vitae pemateri oleh moderator. Muhammad Wahyudi, M.E., sebagai pemateri yang mengisi materi “Kema’hadan”. Dalam materi ini, dikenalkan sejarah berdirinya Ma’had. Mahasantri juga diharapkan bisa beradaptasi dengan segala hal yang ada di Ma’had. Sebelum waktu dzuhur, Arif Dika Prasetya, S.Ag., sebagai alumni Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga sekaligus pemateri pada materi kedua, “Literasi Digital”, memberi pemahaman tentang literasi dan media digital, penggunaan media digital yang baik pada zaman sekarang, dan juga bahaya dari media digital tersebut.

Dengan penuh semangat, MC Non Formal membuka acara “MOS” yang berlanjut di hari kedua. Kali ini, acara berlangsung dengan materi “Kepenulisan” oleh Muhammad Sabar Prihatin, S.Pd., M.A., pemateri sekaligus sosok pendiri sebuah wadah untuk mengasah kemampuan menulis di Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Pemateri memberi motivasi kepada mahasantri untuk semangat belajar di bidang kepenulisan. Ujar pemateri, “Dari menulis, kita bisa melihat dan menjelajah dunia”. Muhammad Safi’i, S.Hum., sebagai pemateri terakhir dalam acara ini, menyampaikan materi “Kerukunan Umat Beragama”. Selaras dengan kota Salatiga, kota toleransi tertinggi di Indonesia pada tahun 2026, bahwa santri juga bisa menjadi jembatan kerukunan antarumat beragama.

Selepas pemaparan beberapa materi, disusul rangkaian acara penayangan video mentoring, pengenalan pengelola, dosen pengajar, pengenalan pengurus, dimana acara ini tentu berbeda dan lebih spesial dari hari sebelumnya dengan penampilan ghina’ dan singing oleh pengurus. Pelepasan co-card oleh Lurah Ma’had, dan pembagian door prize kepada mahasantri putra dan putri teraktif selama acara berlangsung, serta sesi foto bersama sebagai penghujung rangkaian acara “MOS” 2026. (Penulis: Arifah, Editor: Sam).