Pengurus Ma’had Raih Juara 3 Lomba Kaligrafi Naskah Putra Kabupaten Magelang

Salatiga – restasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pengurus Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Nur Makfud Zaenuri, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUADAH), berhasil meraih Juara 3 dalam cabang Kaligrafi Naskah Putra pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Magelang. Pencapaian ini menjadi bukti semangat, ketekunan, dan komitmennya dalam mengembangkan potensi di bidang seni Islam, meskipun harus menghadapi kesibukan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Ajang MTQ yang diselengarakan oleh LPTQ kabupaten Magelang ini didaftarkan makfud pada tanggal 5 Oktober 2026 dan dilaksanakan pada 14 Oktober 2026 di Masjid Agung Jawa Tengah (An-Nur Kabupaten Magelang). Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui berbagai cabang perlombaan. Dalam kesempatan tersebut, Makfud berpartisipasi dalam cabang Kaligrafi Naskah Putra sebagai delegasi Kecamatan Mertoyudan.

Kaligrafi naskah merupakan salah satu cabang seni Islam yang membutuhkan ketelitian, kesabaran, keterampilan, serta penguasaan kaidah penulisan huruf Arab. Setiap goresan memiliki peran penting dalam menghasilkan karya yang indah, proporsional, dan sesuai dengan kaidah kaligrafi. Oleh karena itu, persiapan yang matang dan latihan yang konsisten menjadi bagian penting dalam menghadapi kompetisi tersebut.

Bagi Makfud, keikutsertaannya dalam MTQ Kabupaten Magelang menjadi tantangan tersendiri. Pasalnya, pada pekan yang sama, ia masih menjalani kegiatan KKN yang membutuhkan waktu, tenaga, dan perhatian. Di tengah berbagai agenda pengabdian kepada masyarakat, ia tetap berusaha memanfaatkan waktu yang tersedia untuk mempersiapkan diri menghadapi perlombaan. Kesibukan tersebut tidak menjadi alasan untuk mengesampingkan kesempatan berkompetisi, melainkan tantangan yang harus dihadapi dengan pengelolaan waktu dan kesungguhan.

Dalam persiapannya, Makfud mengungkapkan bahwa ia berusaha memaksimalkan waktu yang ada agar dapat memberikan hasil terbaik. Di tengah padatnya kegiatan KKN, ia tetap berupaya menjalani latihan dan mempersiapkan diri secara optimal. Baginya, keterbatasan waktu menuntut kemampuan untuk menentukan prioritas serta memanfaatkan setiap kesempatan secara efektif.

Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya Juara 3 pada cabang Kaligrafi Naskah Putra. Pencapaian ini menjadi pengalaman berharga, terutama karena keberhasilan tersebut diperoleh di tengah kesibukan menjalankan tanggung jawab sebagai peserta KKN. Hasil yang diraih tidak hanya menghadirkan kebahagiaan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi atas waktu, tenaga, dan usaha yang telah dicurahkan selama proses persiapan.

Sebagai pengurus Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga, Makfud juga menunjukkan bahwa tanggung jawab dalam organisasi tidak menghalangi seseorang untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi. Peran sebagai pengurus menuntut komitmen dalam menjalankan berbagai tugas, sementara keterlibatannya dalam kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat juga membutuhkan kedisiplinan serta pengelolaan waktu yang baik. Melalui pencapaian ini, ia memperlihatkan pentingnya menjaga semangat untuk terus berkembang di tengah beragam tanggung jawab.

Makfud mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang dan semakin percaya diri setelah memperoleh hasil tersebut. Baginya, keberhasilan dalam perlombaan menjadi dorongan untuk terus mengembangkan kemampuan dan meningkatkan kualitas diri. Pengalaman ini juga memberikan keyakinan bahwa usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dapat menghasilkan pencapaian yang patut disyukuri, sekalipun prosesnya berlangsung di tengah berbagai keterbatasan. “Alhamdulillah, sangat senang sekali, karena setelah melewati masa latihan dengan maksimal, di sela-sela padatnya waktu KKN itu dibayar dengan hasil kemenangan,” ungkapnya.

Pencapaian Makfud sebagai delegasi Kecamatan Mertoyudan menjadi gambaran bahwa kegiatan akademik, pengabdian kepada masyarakat, tanggung jawab kepengurusan, dan pengembangan bakat dapat dijalankan secara beriringan melalui usaha serta pengelolaan waktu yang baik. Sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sekaligus pengurus Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga, keikutsertaannya dalam kompetisi ini juga menunjukkan pentingnya memberikan ruang bagi mahasiswa dan pengurus untuk mengembangkan kemampuan di bidang keagamaan dan seni Islam.

Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa dan pengurus lainnya untuk terus mengasah kemampuan serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesibukan. Setiap individu memiliki tantangan dan keterbatasan masing-masing, tetapi hal tersebut tidak harus menjadi penghalang untuk mencoba dan mengembangkan potensi. Dengan memanfaatkan waktu yang tersedia secara optimal, berbagai kesempatan untuk berprestasi tetap dapat diupayakan. Di akhir keterangannya, Makfud menyampaikan pesan agar setiap orang senantiasa berusaha memanfaatkan peluang yang masih memungkinkan untuk diperjuangkan. “Memaksimalkan apa yang masih bisa diusahakan,” pesannya.

Pesan tersebut mengandung makna bahwa dalam menghadapi berbagai tanggung jawab, seseorang perlu berfokus pada hal-hal yang masih dapat dilakukan dan diupayakan. Tidak semua keadaan dapat berjalan sesuai harapan, tetapi usaha yang dilakukan secara maksimal tetap memiliki nilai tersendiri. Sikap tersebut penting bagi mahasiswa maupun pengurus organisasi yang harus menyeimbangkan kegiatan akademik, tanggung jawab organisasi, pengabdian, serta pengembangan diri.

Keberhasilan Makfud meraih Juara 3 dalam MTQ Kabupaten Magelang diharapkan menjadi inspirasi bagi keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga, khususnya para pengurus dan mahasiswa, untuk terus berkarya dan berani mengambil kesempatan di tengah kesibukan. Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keterbatasan waktu bukanlah alasan untuk berhenti berusaha. Selama masih ada kesempatan, setiap potensi dapat terus dikembangkan melalui latihan, kedisiplinan, dan kesungguhan.

Melalui pencapaian ini, semangat untuk terus belajar, mengembangkan keterampilan, dan memaksimalkan setiap peluang diharapkan dapat tumbuh di lingkungan akademik maupun organisasi. Sebab, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak waktu yang dimiliki, tetapi juga oleh bagaimana waktu tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna. (Penulis: Attaqy, Editor: Sam)