Pengurus Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga Raih Juara 3 Festival Sholawat Modern Tingkat Kabupaten Magelang

Salatiga — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Pengurus Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Putri Hikmata Lailita, mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUADAH), berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Festival Sholawat Modern tingkat Kabupaten Magelang. Prestasi ini menjadi pencapaian yang patut diapresiasi sekaligus menunjukkan semangat generasi muda dalam melestarikan seni religi melalui kreativitas dan lantunan selawat.

Festival Sholawat Modern tersebut mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri, Menuju Generasi Emas” dan diselenggarakan pada 13 Oktober 2026 yang sebelumnya putri daftarkan di tanggal 29 september 2026. Pelaksanaannya di Masjid Agung Jawa Tengah An Nuur, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para peserta untuk menampilkan kemampuan dalam seni selawat modern sekaligus memperkuat kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman melalui ekspresi seni yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dalam kompetisi tersebut, Putri mengikuti cabang Sholawat Modern Dewasa sebagai delegasi Kecamatan Ngablak. Ia berhasil meraih posisi ketiga di tengah persaingan antarpeserta yang cukup ketat. Capaian ini menjadi pengalaman berharga bagi Putri, khususnya dalam mengembangkan kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, dan menambah pengalaman berkompetisi di tingkat kabupaten.

Sebagai mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sekaligus mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga, keikutsertaan Putri dalam ajang ini menunjukkan bahwa mahasiswa dan mahasantri memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan potensi di luar kegiatan akademik. Partisipasi dalam kegiatan seni religi juga menjadi salah satu bentuk keterlibatan generasi muda dalam menjaga tradisi keislaman agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Dalam persiapannya, Putri mengungkapkan bahwa latihan yang dilakukan masih belum maksimal. Ia mengaku hanya memiliki kesempatan berlatih sebanyak dua kali sebelum mengikuti perlombaan. Meskipun demikian, keterbatasan waktu tersebut tidak menghalanginya untuk tetap berpartisipasi dan memberikan penampilan terbaik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Putri menyadari bahwa masih terdapat berbagai hal yang perlu ditingkatkan untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Ia menjadikan pengalaman ini sebagai bahan evaluasi agar dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik pada masa mendatang. Baginya, hasil yang diperoleh saat ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses belajar untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas penampilan. “Kalau dari saya sendiri masih kurang maksimal, karena latihannya hanya dua kali. Tetapi untuk ke depannya, saya usahakan akan lebih berusaha lagi dari kemarin,” ungkap Putri.

Meskipun persiapan dirasa belum maksimal, Putri mengaku mendapatkan pengalaman yang sangat menyenangkan selama mengikuti festival. Ia merasa antusias karena dapat bertemu dengan para peserta lain yang memiliki kemampuan luar biasa. Persaingan yang ketat menjadi pengalaman tersendiri baginya, sekaligus memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung kemampuan peserta lain dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus belajar.

Menurut Putri, bertemu dengan peserta yang memiliki kemampuan baik menjadi salah satu hal berharga dalam sebuah perlombaan. Pengalaman tersebut tidak hanya memberikan gambaran mengenai kualitas penampilan yang perlu dikembangkan, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk terus meningkatkan kemampuan. Dengan demikian, kompetisi tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperebutkan juara, tetapi juga menjadi sarana untuk memperluas wawasan dan membangun motivasi diri.

Setelah berhasil meraih Juara 3, Putri menyampaikan rasa syukur atas pencapaian yang diperolehnya. Ia menganggap hasil tersebut sebagai pengalaman yang patut disyukuri sekaligus menjadi dorongan untuk terus berusaha lebih baik. Kesadaran terhadap kekurangan dalam persiapan justru menjadi alasan baginya untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kesungguhan dalam mengikuti kegiatan serupa pada masa mendatang. “Alhamdulillah, tentunya sangat bersyukur, dan akan tetap berusaha lagi ke depannya,” tutur Putri.

Prestasi yang diraih Putri sebagai delegasi Kecamatan Ngablak ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus mengembangkan kemampuan dalam bidang seni religi. Selain itu, pencapaian tersebut juga menjadi pengingat bahwa keberanian untuk mengambil kesempatan merupakan bagian penting dalam proses meraih prestasi. Setiap pengalaman, baik berupa kemenangan maupun evaluasi terhadap kekurangan, dapat menjadi bekal untuk melangkah lebih baik pada kesempatan berikutnya.

Sebagai bagian dari keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga, capaian Putri diharapkan mampu menginspirasi para mahasantri lainnya untuk berani berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positif, baik di bidang akademik, keagamaan, seni, maupun bidang lainnya sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri menjadi modal penting dalam membangun generasi muda yang berprestasi, percaya diri, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Di akhir keterangannya, Putri menyampaikan pesan singkat kepada para mahasantri agar tidak ragu mengambil kesempatan dan mencoba berbagai hal baru. “Jangan pernah takut untuk mencoba,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian berawal dari keberanian untuk melangkah. Tidak semua proses harus berjalan sempurna sejak awal, tetapi setiap kesempatan dapat memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga. Dengan semangat mencoba, kemauan untuk mengevaluasi diri, serta tekad untuk terus berusaha, para mahasantri diharapkan mampu mengembangkan potensi dan meraih prestasi yang lebih baik pada masa mendatang.

Keberhasilan Putri Hikmata Lailita meraih Juara 3 dalam Festival Sholawat Modern tingkat Kabupaten Magelang menjadi bukti bahwa keterbatasan persiapan bukanlah alasan untuk berhenti mencoba. Prestasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Putri untuk terus berkembang, sekaligus menjadi inspirasi bagi para mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga agar berani berkarya, menjaga semangat berkompetisi, dan tidak pernah berhenti memperbaiki diri. (Penulis: Attaqy, Editor: Sam)