Pengurus Putri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga Torehkan Prestasi Nasional di Ajang Tari PIAUD 2026

Salatiga – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh pengurus putriMa’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Dua pengurus berhasil meraih juara 3 tingkat nasional dalam ajang Lomba Tari PIAUD 2026 yang diselenggarakan secara online. Kompetisi ini mengusung tema “Pendidikan Berbasis Budaya untuk Generasi Kreatif dan Berkarakter melalui Budaya Lokal” sebagai upaya mengembangkan kreativitas sekaligus melestarikan budaya lokal. Lomba Tari PIAUD 2026 merupakan ajang nasional yang mewadahi kreativitas mahasiswa dalam menampilkan karya tari berbasis budaya lokal. Melalui tema yang diangkat, peserta dituntut tidak hanya menampilkan gerakan tari, tetapi juga mampu menyampaikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terinspirasi dari kekayaan budaya daerah masing-masing.

Dua pengurus tersebut adalah Salma Fatimah Az-zahra dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, serta Khalisa Reffrose An Najwa dari Program Studi Akuntansi Syari’ah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Dalam ajang ini, keduanya tampil sebagai delegasi dari Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Lomba dibuka pada 31 Maret 2026 dan dilaksanakan pada 12 April 2026 secara daring, dengan pengumuman juara pada Jumat, 24 April 2026. Meski berlangsung secara online, persaingan tetap ketat dengan peserta dari berbagai daerah.

Dalam proses persiapan, keduanya melakukan latihan secara konsisten serta mempersiapkan berbagai kebutuhan lomba secara matang. Mulai dari penyusunan jadwal latihan, penentuan lokasi pengambilan video, hingga konsep kostum. Salma menyampaikan bahwa usaha yang dilakukan tidak lepas dari doa dan dukungan orang tua.

Selama mengikuti perlombaan, keduanya merasakan pengalaman yang menantang sekaligus menyenangkan. Rasa gugup sempat muncul karena ini menjadi pengalaman pertama mereka, ditambah melihat penampilan peserta lain yang begitu totalitas. Meski begitu, mereka tetap berusaha maksimal hingga akhirnya berhasil meraih juara 3 tingkat nasional. “Nggak nyangka, sempat minder juga, tapi alhamdulillah semua sudah ada dalam garis takdir-Nya,” ungkap Salma. Khalisa juga mengaku bersyukur atas hasil yang diraih setelah melalui proses yang tidak singkat.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, dan keyakinan terhadap proses mampu membuahkan hasil yang membanggakan. Keduanya juga memberikan pesan motivasi bagi mahasantri untuk terus berani mencoba. “Jangan takut untuk mencoba, kalau kita tidak pernah mencoba, kita tidak akan pernah tahu hasilnya,” pesan Salma. Sementara Khalisa menambahkan, “Percayalah pada proses, karena setiap usaha pasti punya nilai di hadapan Allah.” Diharapkan, pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh mahasantri dan pengurus Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga, untuk terus mengembangkan potensi diri dan berprestasi di berbagai bidang. (Penulis: Khasanah, Editor: Sam)