Salatiga — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Rahma Dwi Lafifah, yang juga merupakan mahasiswi semester 1 Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUADAH), berhasil meraih Juara 2 dalam cabang lomba Ghina’ Araby pada ajang Kemah Bahasa Arab tingkat Jawa–Jogja. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus menunjukkan bahwa mahasantri memiliki potensi besar untuk berkembang, berkarya, dan berprestasi di berbagai bidang.
Ajang Kemah Bahasa Arab yang mengusung tema “Bahasa Arab Berdaya, Mahasiswa Berkarya” tersebut dilaksanakan pada 10 Oktober 2026 di Auditorium Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Kampus 3 UIN Salatiga. Sementara itu, perolehan juara diumumkan pada 11 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Arab, menyalurkan bakat, serta meningkatkan kreativitas melalui berbagai cabang perlombaan.
Dalam kompetisi tersebut, Rahma menjadi delegasi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Salatiga pada cabang lomba Ghina’ Araby, yaitu perlombaan seni vokal berbahasa Arab. Cabang lomba ini tidak hanya menuntut kemampuan olah vokal, tetapi juga membutuhkan penghayatan, ketepatan pelafalan bahasa Arab, penguasaan lagu, serta kepercayaan diri ketika tampil di hadapan dewan juri. Melalui persiapan yang dilakukan secara konsisten, Rahma berhasil menunjukkan kemampuannya hingga memperoleh posisi kedua dalam kompetisi tingkat Jawa–Jogja tersebut.
Sebagai mahasiswi semester pertama sekaligus mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga, pencapaian Rahma menjadi gambaran bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi dan kehidupan di lingkungan ma’had dapat berjalan beriringan dalam mendukung pengembangan potensi diri. Kegiatan perkuliahan memberikan kesempatan untuk memperdalam ilmu pengetahuan sesuai bidang studi, sedangkan kehidupan sebagai mahasantri menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, kedisiplinan, dan pengembangan diri. Perpaduan pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang berani mengambil kesempatan dan mampu memberikan kontribusi positif melalui prestasi.
Keberhasilan yang diraih Rahma tentu tidak terlepas dari persiapan dan latihan yang telah dilakukannya sebelum mengikuti perlombaan. Ia secara rutin berlatih bersama para pendamping dari Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab setiap selesai mengikuti perkuliahan. Waktu di sela-sela kesibukan akademik tersebut dimanfaatkan untuk mempersiapkan penampilan dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kompetisi. Latihan yang dilakukan secara berkelanjutan menjadi salah satu upaya untuk membangun kepercayaan diri, memperkuat kemampuan, serta mematangkan persiapan sebelum tampil di hadapan dewan juri.
Proses tersebut memperlihatkan pentingnya konsistensi, pendampingan, dan kemauan untuk terus belajar. Dalam mengikuti sebuah perlombaan, hasil yang diperoleh tidak hanya berkaitan dengan bakat, tetapi juga dengan kesungguhan dalam berlatih, kesiapan mental, dan keberanian menghadapi tantangan. Bagi Rahma, kesempatan mengikuti Kemah Bahasa Arab bukan sekadar ajang untuk meraih kemenangan, melainkan juga ruang untuk menguji kemampuan, mengenali potensi diri, dan memperoleh pengalaman baru dalam bidang bahasa dan seni.
Rahma mengungkapkan bahwa pengalaman selama mengikuti perlombaan memberikan kesan yang menyenangkan. Ia merasa senang karena dapat bertemu dengan peserta lain, memperoleh teman baru, serta merasakan pengalaman berkompetisi dalam lingkungan yang lebih luas. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk saling mengenal, memperluas pertemanan, dan belajar dari pengalaman orang lain. Hal ini menjadikan perlombaan sebagai kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga memberikan nilai pembelajaran dan pengalaman sosial bagi para pesertanya.
Setelah dinyatakan meraih Juara 2, Rahma mengaku merasa senang dan bangga atas pencapaian tersebut. Prestasi ini menjadi pengalaman berharga, terlebih karena ia masih berada pada semester pertama perkuliahan. Capaian tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk terus mengembangkan kemampuan, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Selain itu, keberhasilan ini dapat menjadi dorongan bagi Rahma untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswi sekaligus mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga.
Sebagai delegasi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Salatiga, keberhasilan Rahma turut membawa kebanggaan bagi program studi dan lingkungan Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa dan mahasantri memiliki kesempatan untuk mengembangkan minat serta bakat melalui berbagai kegiatan kompetitif. Dengan dukungan lingkungan yang positif, latihan yang terarah, dan kemauan untuk terus berkembang, potensi yang dimiliki dapat menjadi bekal untuk meraih pencapaian yang lebih baik pada masa mendatang.
Di akhir keterangannya, Rahma menyampaikan pesan kepada para mahasantri agar tidak takut mencoba dan tidak menjadikan kekhawatiran terhadap hasil sebagai penghalang untuk melangkah. Ia mengingatkan bahwa keberanian untuk memulai merupakan bagian penting dari proses belajar dan pengembangan diri. “Cobalah semampunya karena sempurna hanya milik Yang Kuasa. Menang kalah hal biasa, keberanianmulah yang luar biasa,” pesan Rahma.
Pesan tersebut mengandung ajakan kepada para mahasantri untuk berani mengambil kesempatan, berusaha sesuai kemampuan terbaik, dan menerima setiap hasil sebagai bagian dari proses pembelajaran. Kemenangan memang menjadi sesuatu yang membanggakan, tetapi pengalaman, keberanian, dan pelajaran yang diperoleh selama proses juga memiliki nilai penting bagi perkembangan diri. Dengan demikian, mengikuti perlombaan dapat menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri sekaligus melatih mental dalam menghadapi berbagai tantangan.
Prestasi Rahma dalam ajang Kemah Bahasa Arab diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga, khususnya para mahasantri, untuk terus menggali potensi, mengembangkan bakat, dan berani berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positif. Pencapaian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk berprestasi terbuka bagi siapa saja yang bersedia belajar, berusaha, dan mengambil langkah untuk mencoba.
Pada akhirnya, prestasi bukan hanya tentang posisi yang berhasil diraih, melainkan juga tentang proses, keberanian, dan kesungguhan yang menyertainya. Melalui semangat tersebut, para mahasantri diharapkan mampu terus berkarya, membawa nama baik almamater, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya. (Penulis: Maulida, Editor: Sam)
