Tiga Pengurus Ma’had Taklukkan Persaingan MFQ Jateng-DIY di Gebyar IAT

Salatiga – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pengurus Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Tiga pengurus berhasil keluar sebagai Juara 1 Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) tingkat Jawa Tengah dan DIY dalam ajang Gebyar IAT yang diselenggarakan oleh HMPS IAT UIN Raden Mas Said Surakarta. Kompetisi tersebut berlangsung pada 2 Oktober 2026 di UIN Raden Mas Said Surakarta, dengan pengumuman perolehan juara pada 3 Oktober 2026.

Ketiga pengurus tersebut adalah Ahmad Novel Al Ja’far, Muhammad Izra Fauzi, dan Ahmad Ridho Nasim dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora. Ketiganya tampil sebagai delegasi UIN Salatiga pada cabang MFQ kategori umum dan berhasil meraih posisi tertinggi setelah melalui persaingan dengan peserta dari wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Gebyar IAT mengusung tema “Al-Qur’an dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence): Menyoal Disrupsi, Merawat Kebermaknaan, Meneguhkan Peradaban.” Tema tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kompetisi yang tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam memahami Al-Qur’an, tetapi juga mengajak peserta melihat relevansinya di tengah perkembangan teknologi.

Persiapan menghadapi perlombaan menjadi tantangan tersendiri bagi ketiganya. Bekal dari ajang PORSI sebelumnya masih menjadi modal, tetapi bank soal terbaru yang dikirim panitia pada H-1 membuat mereka harus kembali mempersiapkan materi dalam waktu singkat. Novel menyebut persiapan tersebut sebagai “sistem kebut semalam”. Sementara itu, Izra menegaskan bahwa usaha dan doa tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi tersebut, dengan tawakal sebagai kunci untuk melangkah.

Selama perlombaan, ketiganya merasakan pengalaman yang seru sekaligus menantang. Novel mengaku senang dapat kembali berkompetisi dengan peserta yang memiliki pengalaman dalam lomba MFQ. Ridho bahkan menggambarkan suasana perlombaan dengan satu kata, “PANAAASS,” sedangkan Izra memilih menikmati setiap tahapan perlombaan dengan tetap bersyukur. Raihan Juara 1 tersebut disambut bahagia oleh ketiganya. Bagi Novel, kemenangan ini terasa semakin berarti karena sedikit mengobati kekecewaan setelah mengikuti PORSI sebelumnya. “Alhamdulillah senang, sedikit mengobati kekecewaan kemarin saat PORSI,” ungkapnya.

Pencapaian ini menunjukkan bahwa keberanian untuk kembali mencoba, disertai usaha dan doa, dapat membuka jalan menuju prestasi. Ketiganya juga mengajak mahasiswa dan mahasantri untuk tidak mudah menyerah dalam mencoba. “Jangan bilang ‘gak bisa’ kalau nyoba aja dikau belum,” pesan Novel. (Penulis: Khasanah, Editor: Sam)