Salatiga – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Kali ini, Grup Ziyadatul Khoir berhasil mengukir capaian manis dengan mengamankan gelar Juara 2 pada ajang Lomba Hadroh 2026 tingkat Salatiga, Boyolali, dan Semarang yang diselenggarakan oleh tim EO Wisata Dolan Kali. Kompetisi seni Islami yang berlangsung meriah tersebut diselenggarakan pada tanggal 3 Oktober 2026 bertempat di kawasan Tempat Wisata Dolan Kali Ampel.
Tampil sebagai delegasi resmi dari Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga, Grup Ziyadatul Khoir bersaing ketat pada cabang lomba Hadroh. Ajang Lomba Hadroh 2026 ini mengusung tema “Merawat Tradisi, Mengharap Syafa’at Nabi”. Tema tersebut hadir sebagai pengingat pentingnya menjaga warisan budaya keislaman sekaligus mempererat syiar salawat di tengah masyarakat luas.
Persiapan menjelang perlombaan menjadi cerita dan tantangan tersendiri bagi para personel Grup Ziyadatul Khoir. Persiapan yang dilakukan terbilang sangat mendadak karena jadwal yang padat. Mereka hanya sempat melakukan latihan secara intensif dan serius sebanyak satu kali, yaitu pada waktu ba’da subuh atau sekitar tiga jam sebelum jadwal penampilan mereka di panggung utama. Kendati waktu persiapan sangat singkat, semangat serta kekompakan para anggota grup tidak pernah surut. Selama mengikuti alur perlombaan, seluruh anggota mengaku sangat bersyukur dan gembira. Momentum kompetisi ini mereka manfaatkan sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarpeserta serta saling mengenal dengan berbagai grup hadroh dari bermacam daerah.
Keberhasilan menyabet posisi kedua disambut dengan penuh rasa haru dan rasa syukur yang mendalam oleh seluruh anggota. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan lembaga, tetapi juga meneguhkan komitmen mereka untuk senantiasa berselawat dan istiqomah dalam mengharap syafa’at Nabi Muhammad SAW. Melalui keberhasilan ini, Grup Ziyadatul Khoir turut menmenyisipkan pesan moral dan motivasi berharga bagi seluruh mahasantri:
“Rasa takut sering membuat kita membayangkan sesuatu yang bahkan belum terjadi. Kita takut gagal, takut kehilangan, takut ditolak, takut masa depan tidak sesuai harapan. Padahal hari ini saja belum selesai. Jangan habiskan hari ini dengan ketakutan terhadap hari esok. Jalani yang ada di depanmu, lalu percayakan sisanya kepada Allah.”
Besar harapan atas prestasi ini yaitu dapat memberi dorongan serta kesadaran kepada seluruh Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga, bahwa prestasi tidak hanya dapat diraih secara individu dan dengan jalan akademik, tetapi prestasi juga dapat diraih dengan kerjasama tim melalui bakat apapun yang dimiliki. (Penulis: Ja’far, Editor: Sam)
