M. Akmalul Khoir Raih Juara 1 Lomba Qiro’atul Akhbar Tingkat Jateng-DIY

Salatiga – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh pengurus Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. M. Akmalul Khoir, mahasiswa Program Studi Ilmu Hadis semester 5. Ia berhasil meraih Juara 1 dalam lomba Qiro’atul Akhbar tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Prestasi ini diraih dalam ajang Gebyar Festival Araby (GFA) yang diselenggarakan oleh UKM Hafilah UIN K.H. Abdurrahman Wahid pekalongan pada 4 Oktober 2026.

Akmalul Khoir berasal dari Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. Dalam perlombaan tersebut, ia menjadi delegasi dari UKM ITTAQO UIN Salatiga. Kegiatan ini dilaksanakan di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Sementara itu, pengumuman pemenang dilaksanakan pada hari yang sama, bertempat di Gedung FUAD lantai 2. Lomba Qiro’atul Akhbar merupakan salah satu cabang perlombaan yang mengasah kemampuan peserta dalam membacakan berita berbahasa Arab. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Arab, sekaligus mendorong mahasiswa agar terus mengembangkan kemampuan berbahasa Arab melalui kegiatan yang kreatif dan kompetitif.

Bagi Akmalul, mengikuti perlombaan ini menjadi pengalaman baru karena merupakan kali pertama dirinya berpartisipasi dalam lomba Qiro’atul Akhbar. Ia mengungkapkan bahwa persiapan yang dibutuhkan cukup banyak, terutama dalam memahami karakteristik penyampaian berita berbahasa Arab. Persiapan tersebut meliputi pencarian referensi berita berbahasa Arab, mempelajari cara penutur asli Arab berbicara, serta mengasah keterampilan penyuntingan atau editing yang dibutuhkan dalam perlombaan. “Karena ini pertama kali saya ikut lomba Qiro’atul Akhbar, jadi persiapan yang dibutuhkan sangat banyak, mulai dari mencari referensi berita Arab, cara orang Arab ngomong, serta dibutuhkan skill editing. Itu semua yang saya pelajari dan saya siapkan,” ungkap Akmalul saat menceritakan persiapannya mengikuti perlombaan.

Berbagai persiapan yang dilakukan menjadi bagian dari proses belajar sekaligus tantangan tersendiri baginya. Meskipun baru pertama kali mengikuti perlombaan tersebut, Akmalul mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga berhasil memperoleh juara pertama. Pencapaian ini menjadi pengalaman berharga yang dapat menambah kepercayaan diri sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki. Ketika ditanya mengenai kesannya setelah mengikuti perlombaan, Akmalul menyampaikan bahwa hasil yang diperolehnya cukup mengejutkan. “Alhamdulillah, lumayan mengherankan aja,” tuturnya. Ungkapan tersebut menggambarkan rasa syukur sekaligus keterkejutannya atas pencapaian yang berhasil diraih.

Prestasi Akmalul Khoir diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengurus dan santri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga untuk terus berani mencoba hal baru. Pengalaman ini juga menunjukkan bahwa kesempatan untuk berprestasi dapat terbuka bagi siapa saja yang memiliki kemauan untuk belajar, mempersiapkan diri, dan mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan. Di akhir wawancara, Akmalul menyampaikan pesan kepada teman-teman Ma’had agar tidak ragu untuk terus belajar dan memperbaiki diri. “Tidak ada kata terlambat untuk belajar, perubahan terjadi karena kita mau belajar,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap proses pembelajaran memiliki arti penting dalam perjalanan meraih prestasi. Semoga keberhasilan M. Akmalul Khoir dapat membawa semangat positif bagi seluruh santri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga untuk terus berkarya, mengembangkan bakat, serta mengharumkan nama almamater melalui berbagai bidang yang diminati. (Penulis: Lailita, Editor: Sam)