Ma’had Al-Jami’ah Borong 3 Kejuaraan pada MTQ Kab. Semarang Tahun 2026

Salatiga – Prestasi membanggakan kembali mampu didapatkan oleh sejumlah keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga. Dua pengurus dan satu mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga berhasil meraih prestasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Semarang 2026. Rangkaian acara telah berlangsung sejak pendaftaran di tanggal 8 September 2026, setelahnya dilanjutkan dengan perlombaan pada Rabu, 7 Oktober 2026; pada hari yang sama pula pengumuman kejuaraan diinformasikan. Ketiganya berhasil meraih penghargaan dalam kategori perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur’an juga Musabaqah Hifdzul Qur’an, yakni satu Juara 2 dan dua Juara 3.

MTQ Kabupaten Semarang merupakan suatu ajang kompetisi yang memiliki fokus pada penilaian dari beberapa bagian diantaranya segi bacaan, hafalan, serta pemahaman akan bahasa Arab atau Al-Qur’an. Perlombaan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Semarang bersama kantor Kementerian Agama serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an. Selain MTQ, ajang kompetisi ini juga memberikan wadah bagi siapapun yang ingin memperlihatkan kompetensi di bidang-bidang lain, di antaranya tartil, hafalan Al-Qur’an Juz 1 hingga Juz 30, juga syarah Al-Qur’an.

Ajang kompetisi di SMPN 1 Pabelan ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan fenomena sosial saat ini, yaitu “Membumikan Al-Qur’an, Membangun Generasi Qurani untuk Kabupaten Semarang yang Maju, Berakhlak, dan Moderat”. Selain untuk menjaring talenta terbaik yang akan mewakili Provinsi Jawa Tengah ke tingkat selanjutnya, kegiatan ini juga bertujuan sebagai sarana syiar pendidikan Al-Qur’an.

Prestasi pertama berhasil dicatatkan oleh Ahmad Ridho Nasim. Nasim merupakan pengurus Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga sekaligus mahasiswa asal Sugihan, Andong, Boyolali, yang kini sedang menempuh pendidikan sarjananya di Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga semester 5. Dalam ajang kompetisi yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Semarang ini, Nasim berperan sebagai delegasi dari Kecamatan Tengaran. Untuk bisa mendapatkan kesempatan tersebut bukanlah hal yang mudah, tentunya. Karena di sisi lain setelah diberikan kepercayaan, dia juga harus mampu membuktikan.

Di tengah kesibukannya, ia membuktikan bahwa hal tersebut bukanlah alasan untuk kekalahan, sebab prioritas dan integritaslah yang utama. Meski demikian, ia juga mengakui bahwa persiapan tetap menjadi indikator penting dalam menentukan kualitas penampilan, karena sedikit banyak hal itu memengaruhi hasil akhir di panggung. “Kurang maksimal saat perform di panggung,” ujarnya. Pencapaian juara ketiga ini tidak sekadar menjadi kebanggaan, melainkan juga sarana refleksi untuk mengukur sejauh mana perkembangan kemampuannya. “Agak kecewa, sebab meskipun berhasil mengamankan trofi, di sisi lain saya justru melihat adanya penurunan kemampuan,” ujar mahasiswa semester lima tersebut.

Prestasi berikutnya berhasil ditorehkan oleh mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga bernama Arsalan Nurul Mustofa. Dirinya merupakan mahasiswa asal Jepara dan sedang menempuh pendidikan sarjana semester pertamanya di Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Salatiga. Sebagai delegasi resmi Kecamatan Banyubiru, Arsal mampu membuktikan melalui catatan mengesankan dengan berhasil mengamankan Juara 2 di kategori Musabaqah Hifdzul Qur’an (MHQ) 30 Juz. Sebagai mahasiswa semester pertama, tentu ini bukan suatu hal yang mudah dan dapat dikatakan merupakan pengalaman baru. Ia juga menceritakan dinamika yang dirasakannya saat perlombaan, terutama rasa panik dan grogi, mengingat jam terbangnya yang masih minim. “Alhamdulillah bisa teratasi, walaupun ada rasa panik, tetapi saya berusaha untuk mengontrolnya,” tulisnya saat diwawancara.

Prestasi selanjutnya berhasil diraih oleh Putri Hikmata Lailita. Putri merupakan mahasiswi asal Magelang yang saat ini sedang menjalani tahun ke-3 nya menempuh pendidikan sarjana di Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Selain sebagai mahasiswa, dirinya juga merupakan salah satu pengurus Ma’had Al-Jami’ah Putri UIN Salatiga. Dalam ajang kompetisi ini, dirinya selaku delegasi dari Kecamatan Suruh berhasil membayar kepercayaan yang telah diberikan dengan ganjaran berupa trofi Juara 3 dalam kategori Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

Sebagai mahasiswa sekaligus salah satu pengurus Ma’had Al-Jami’ah Putri UIN Salatiga, dirinya meyakini bahwasanya untuk mendapatkan hasil yang memuaskan memerlukan latihan yang tentunya tidak gampang. Meskipun dirinya berhasil mendapatkan penghargaan, Putri menyampaikan ketidakpuasan terkait waktu persiapan yang cenderung kurang. “Kalau dari saya sendiri untuk persiapannya kurang matang, karena bertumpuknya atau bertabrakan dengan kegiatan atau jadwal saya yang lain. Tetapi di sisi itu saya tetap berusaha semaksimal atau semampu saya, karena selagi mau berusaha, insya Allah hasil tidak akan sia-sia,” komentarnya.

 Meski demikian, ia tetap bersyukur atas penghargaan yang diraihnya. “Alhamdulillah, tentu sangat bersyukur, karena dari sinilah kita termotivasi untuk terus mensyiarkan Al-Qur’an kapan pun dan di mana pun, bukan sekadar untuk perlombaan semata,” tambah mahasiswi asal Magelang tersebut.

Keberhasilan mereka dalam ajang kompetisi ini bukan hanya terlihat ketika mereka sukses mendapatkan medali penghargaan, melainkan juga dapat dinilai dari besarnya rasa tanggung jawab serta integritas yang coba mereka buktikan melalui intensnya latihan. Harapannya, seluruh keluarga besar Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga dapat memaksimalkan fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya serta terus berani mencoba dan mengembangkan potensi hingga berbuah prestasi. (Penulis: Farid, Editor: Sam)