Salatiga – Prestasi membanggakan diraih oleh mahasantri Ma’had Al-Jami’ah UIN Salatiga asal Magelang, dalam ajang Gebyar Seni Qur’anyy XVII yang diselenggarakan oleh UKM JQH Al-Furqon UIN Salatiga pada 12 Oktober 2026. Wildan Khoirul Alfan, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester 1 tersebut berhasil meraih juara 2 tingkat nasional pada cabang lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus 3 UIN Salatiga ini mengusung tema “Akselerasi Langkah Generasi Qur’any yang Kreatif, Transformatif, dan Adaptif Menuju Episentrum Peradaban Modern”. Acara ini menjadi salah satu wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan, mengembangkan bakat, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an melalui berbagai bidang seni Qur’an.
Wildan mengungkapkan bahwa persiapan untuk mengikuti perlombaan kali ini sebenarnya belum maksimal. Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah pengalaman pertama dalam mengarang lagu sendiri. Sebelumnya, lagu yang dibawakan dalam perlombaan biasanya dibuatkan oleh gurunya. Meskipun demikian, ia merasa terbantu oleh bekal dan pengalaman yang telah dimilikinya sebelum duduk di bangku perkuliahan sehingga iatetap dapat menampilkan kemampuan terbaiknya. Pengalaman tersebut menjadi hal baru bagi Wildan karena ia harus mencoba sesuatu yang berbeda dari perlombaan sebelumnya. Persiapan yang belum maksimal tidak membuatnya kehilangan semangat untuk tampil. Sebaliknya, pengalaman ini menjadi pelajaran bahwa keberanian mencoba hal baru dan memanfaatkan kemampuan yang sudah dimiliki merupakan bagian penting dalam proses mengembangkan diri.
Selain pengalaman selama persiapan dan perlombaan, Wildan juga mendapatkan motivasi dari peserta lain. Ia mengaku merasa terinspirasi ketika melihat peserta yang masih berusia kecil, tetapi sudah berani tampil dengan penuh percaya diri. Keberanian tersebut mengingatkannya bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, tanpa harus menunggu usia atau pengalaman yang lebih banyak.
Momen itu juga membawanya kembali pada kenangan ketika mengikuti perlombaan yang diselenggarakan oleh JQH sekitar tahun 2017. Pengalaman masa lalu tersebut membuat keikutsertaannya dalam Gebyar Seni Qur’anyy kali ini terasa berkesan. Selain kembali merasakan suasana perlombaan, ia juga memperoleh kesempatan untuk bertemu peserta lain dan belajar dari pengalaman mereka.
Setelah berhasil meraih juara 2 tingkat nasional, Wildan mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, perlombaan ini tidak hanya memberikan hasil yang membanggakan, tetapi juga menambah pengalaman dan memperluas relasi pertemanan. Ia berharap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi dorongan untuk terus belajar, memperbaiki kekurangan, dan memberikan penampilan yang lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Wildan menyampaikan pesan, “Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup”. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak hanya diwujudkan melalui kemampuan membaca dan melantunkan ayat-ayat suci, tetapi juga melalui usaha untuk memahami serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Kedepannya, prestasi seperti ini dapat menginspirasi mahasantri dan mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berani mencoba hal baru, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Karena, setiap perlombaan bukan hanya tentang hasil akhir, melainkan juga tentang pengalaman, pembelajaran, dan kesempatan untuk menjadi lebih baik. (Penulis: Arifah, Editor: Sam)
